|
Para peneliti menemukan 10 struktur molekul baru yang mengandung bahan obat dari spesies rumput laut merah yang hidup pada karang dangkal di sepanjang garis pantai Fiji.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Biologi dari Georgia Institute of Technology Mark Hay menemukan bahwa beberapa senyawa alami ini memiliki kemampuan membunuh sel kanker, bakteri, dan virus HIV.
Dua senyawa yang ditemukan memperlihatkan perilaku yang melawan aktivitas bakteri yang resistan terhadap antibiotik Staphylococcus. Meskipun demikian, para peneliti belum mengetahui berapa besar konsentrasi senyawa yang dibutuhkan untuk membunuh bakteri berbahaya bagi manusia.
Senyawa yang diisolasi dalam jumlah besar - diberi nama bromophycolide A oleh para peneliti - membunuh sel tumor pada manusia dengan cara membentuk program kematian bagi sel yang disebut apoptosis. Mekanisme ini dapat digunakan untuk mengembangkan obat antikanker.
Tiga dari senyawa yang ditemukan - disebut produk alami diterpene-benzoate - dilaporkan dalam jurnal Organik Letters yang diterbitkan American Chemical Society edisi online 12 Oktober. Sedangkan informasi tentang senyawa lainnya akan dipublikasikan menyusul.
"Kami masih dalam tahap pengujian laboratorium sampai sekarang," kata Julia Kabanek, asisten profesor biologi, kimia, dan biokimia di Georgia Tech yang merupakan penulis utama laporan ini. "Langkah selanjutnya adalah menemukan cara kerja senyawa ini kemudian mempelajarinya dengan model sistem yang lebih kompleks," lanjutnya.
Untuk mengetahui kemampuan molekul-molekul tersebut, Hay, Kubanek, dan koleganya mengumpulkan sampel spesies karang yang menunjukkan pertumbuhan dan perilaku yang tidak biasa. Di antaranya adalah karang halus, spons laut, siput, serta rumput laut hijau, merah, dan coklat.
Di laboratorium, para peneliti mengekstrak organisme ini menggunakan cairan campuran organik yang akan membuka sel organisme dan menghasilkan produk natural. Cairan organik kemudian diambil dari ekstrak dengan cara diuapkan. Sejumlah kecil setiap ekstrak kemudian diuji untuk melawan target misalnya parasit malaria, bakteri penyebab TBC, dan kanker.
Rumput laut merah Callophycus adalah salah satu dari lima spesies pertama yang diteliti kandungan senyawa obat-obatannya. Anne Prusak dari Geogia Tech dan teknisi riset memisahkan molekul-molekul baru dengan komponen lain yang diekstrak dengan proses kromatografi sehingga dapat diteliti karakteristik setiap senyawa.
Para peneliti kemudian menggunakan proses kristalografi sinar-X yang dilakukan di Emory University di Atlanta, nuclear magnetic resonance spectroscopy, dan analisis spektral massa untuk menentukan bagaimana karbon, hidrogen, oksigen, dan brom saling berikatan membentuk struktur molekul dari 10 produk alami yang baru ditemukan.
"Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan sebelum siap diformulasi menjadi obat," kata Kurbanek. Paling tidak diperlukan waktu sepuluh tahun untuk siap menjadi produk komersial.
| Sumber: | physorg.com/Eurekalert |
| Penulis: | Wah |
1 komentar:
wah ternyaa kekayaan laut luar biasa
Posting Komentar